Beranda » Farmakologi » Obat Sistem Hematologi

Obat Sistem Hematologi

Karena suatu hal (darah tumpah atau gangguan klinis) maka dapat terjadi penggumpalan / pembekuan darah. Proses koagulasi berlangsung kompleks, memerlukan banyak faktor pembekuan darah

Penggumpalan darah (koagulasi) 

4 faktor penting yang diperlukan :

  1. Garam Kalsium
  2. Sel yang terluka
  3. Trombin
  4. Fibrin

Rumus :

  • Protrombin + Kalsium + Trombokinase= Trombin
  • Trombin + Fibrinogen = Fibrin
  • Fibrin + sel darah = Penggumpalan / Koagulasi

Trombus = penggumpalan dalam sirkulasi darah. Prosesnya = trombosis.
Bila sebagian gumpalan lepas dan masuk sirkulasi darah = embolus
Pada pembuluh darah kecil embolus dapat mengakibatkan penyumbatan (emboli)
Trombosis dan emboli pada pembuluh darah koroner :  BERBAHAYA !!!

Pembentukan trombus berlangsung melalui 3 tahap, yaitu :

  1. pemaparan darah pada suatu permukaan trombogenik vaskuler yang rusak.
  2. suatu rangkaian peristiwa yang terkait dengan trombosit.
  3. pengaktifan mekanisme pembekuan dengan suatu peran penting bagi trombin dalam pembentukan fibrin. Trombin sendiri merupakan suatu perangsang agregasi dan adhesi platelet yang sangat kuat.

Antikoagulan

Dibagi menjadi 2 sub-kelompok, yaitu

  1. Antikoagulan parenteral, contoh : Heparin
  2. Antikoagulan oral, contoh : Warfarin. Antikoagulan oral mengantagonisasi efek vitamin K. Efek samping utama semua antikoagulan oral adalah pendarahan

Antiplatelet

  • Antiplatelet (antitrombosit) bekerja dengan cara mengurangi agregasi platelet, sehingga dapat menghambat pembentukan trombus pada sirkulasi arteri, dimana trombi terbentuk melalui agregasi platelet.
  • Contoh : Asetosal, Dipiridamol

Fibrinolitik

  • Fibrinolitik yang bekerja sebagai trombolitik dengan cara mengaktifkan plasminogen untuk membentuk plasmin, yang lebih lanjut mendegradasi fibrin dan dengan demikian memecah trombus.
  • Contoh : streptokinase, urokinase, alteplase.

Hemostatik dan antifibrinolitik

  • Defisiensi faktor pembekuan darah dapat menyebabkan pendarahan.
  • Pendarahan spontan timbul apabila aktivitas faktor pembekuan kurang dari 5% normal.
  • Contoh obat : Asam traneksamat

Vitamin & Hematimik

Vitamin :

  • Adalah zat organik yang diperlukan tubuh dalam jumlah kecil untuk berbagai reaksi metabolisme dan mempertahankan kesehatan
  • Sumber : – bahan makanan & obat

2 Golongan :

  1. Vitamin larut lemak  : Vitamin A, D, E, K
  2. Vitamin larut air       : Vitamin B compleks & Vitamin C

RDA (Recommended Dietary Allowances)

Jumlah vitamin & makanan lain per-hari yang diperkirakan cukup untuk mempertahankan kesehatan. Asupan berlebih atau kurang untuk jangka lama menyebabkan bahaya toksisitas atau defisiensi.

Mengapa di masyarakat terjadi pemakaian berlebihan ?

  • Penggunaan dalam jumlah besar yang tidak jelas berhubungan dengan defisiensi vitamin
  • Pengggunaan rutin melebihi RDA karena anggapan vitamin dapat memberi tambahan energi dan lebih sehat
  • Sediaan besar yang dinyatakan suplemen makanan dan dapat dibeli tanpa resep dokter

Kapan vitamin diberikan ? Ketika terjadi DEFISIENSI (AKIBAT ASUPAN VITAMIN YANG KURANG)

Penyebab asupan vitamin kurang :

1.Asupan makanan tidak mencukupi

  • anoreksi
  • diet rendah kalori
  • diet khusus ( misal DM )
  • gizi rendah faktor ekonomi
  • kurang pengetahuan nilai gizi makanan

2.Gangguan absopsi makanan

  • penyakit hati & saluran empedu
  • diare kronik
  • gangguan pencernaan
  • penggunaan antibiotik jangka lama

3.Meningkatnya kebutuhan tubuh akan vitamin seperti :

  •  masa pertumbuhan
  •  masa haid /hamil / laktasi
  •  selama sakit / stres
  •  kerja fisik yang berat
  •  kelainan genetik

Zat / Obat HematimikZat yang penting untuk eritropoesis ( pembentukan sel-sel darah merah )

Proses eritropoesis memerlukan:

  1. Bahan senyawa penting : Zat besi ( Fe ), Vitamin B12 ( sianokobalamin ), Asam folat
  2. Zat berpengaruh : riboflavin, piridoksin, kobal dan tembaga
  3. Hormon berpengaruh : H. Tiroid, H. gonad dan H. adrenal

Besi (Fe) untuk produksi hemoglobin (Hb), jika defisiensi : sel darah merah kecil, kadar Hb rendah jenis anemianya adalah anemia hipokromik mikrositik

Vit B12 & asam folat untuk sintesis DNA, jika defisiensi : gangguan produksi & maturasi eritrosit jenis anemianya adalah anemia megaloblastik

Vitamin K

  • = Koagulation vitamin
  • Sumber : makanan & hasil sintesis bakteri usus.
  • berfungsi meningkatkan biosistesis beberapa faktor pembekuan darah
  • Defisiensi : perdarahan spontan karena hipoprotrombinemia dan menurunnya kadar beberapa faktor pembekuan darah
About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: