Beranda » Anatomi Fisiologi » Sistem Hematologi

Sistem Hematologi

sel darah merahAda 3 tipe sel darah :
1. Sel darah merah  (eritrosit)
2. Sel darah putih (leukosit)
3. Keping darah  (trombosit)

Sel darah merah

  • Eritrosit ( erythro = merah, cyto = sel)
  • Tidak memiliki inti sel
  • Bentuk bikonkaf
  • Jumlah pada pria 5 juta/mm3, wanita 4,5 juta/mm3
  • Mengandung Hemoglobin (Hb), suatu molekul komplek dari protein dan molekul besi (Fe)
  • Tiap molekul Hb dapat berikatan dengan  4 molekul Oksigen
  • Hb + O2 = warna merah cerah
  • Dibentuk dalam sumsum tulang
  • Tidak punya inti sel —hidup tidak lama
  • Di peredaran 120 hari
  • Tiap detik 2 juta SDM mati dan diganti
  • Yang rusak / mati dibongkar di organ limpa / hati
  • Zat besi dipakai ulang

Faktor diet esensial untuk produksi SDM

  • Zat besi penting untuk sintesis hemoglobin oleh eritrosit. Zat ini diabsorpsi dari makanan sehari-hari dan disimpan di berbagai jaringan, terutama di hati.
  • Tembaga merupakan bagian esensial dari protein yang diperlukan untuk mengubah besi feri (Fe3=‑) menjadi besi fero (Fe2=).
  • Vitamin tertentu, seperti asam folat, vitamin c, dan vitamin B­12+­, berperan penting dalam pertumbuhan normal dan pematangan SDM.
  • Vitamin B12+  tidak dapat disintesis dalam tubuh dan harus didapat dari makanan. Agar vitamin B12 dapat diabsorpsi dari saluran pencernaan, lapisan lambung harus memproduksi faktor instrinsik.
  • Jika faktor instrinsik tidak ada, maka vitamin B12 tidak dapat diabsorpsi, SDM tidak matang dengan sempurna, dan mengakibatkan anemia pernicious (defisiensi SDM), injeksi vitamin B12 digunakan untuk pengobatan.

Sel darah putih

  • =  leukosit (bahasa Inggris: white blood cellWBCleukocyte)
  • membantu tubuh melawan berbagai penyakit infeksi sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh.
  • Sel darah putih tidak berwarna, memiliki inti, dapat bergerak secara amoebeid, dan dapat menembus dinding kapiler / diapedesis.
  • Dalam keadaan normalnya terkandung 4×109 hingga 11×109 sel darah putih
  • Dalam setiap milimeter kubik darah terdapat 6000 sampai 10000(rata-rata 8000) sel darah putih
  • Di dalam tubuh, leukosit tidak berasosiasi secara ketat dengan organ atau jaringan tertentu, mereka bekerja secara independen seperti organisme Sel tunggal. Leukosit mampu bergerak secara bebas dan berinteraksi dan menangkap serpihan seluler, partikel asing, atau mikroorganisme penyusup. Selain itu, leukosit tidak bisa membelah diri atau bereproduksi dengan cara mereka sendiri, melainkan mereka adalah produk dari sel punca hematopoietic pluripotent yang ada pada sumsumtulang.

Keping darah (trombosit)

  • Merupakan fragmen besar sel = megakariosit
  • Tidak berinti
  • Hidup pendek : 10 – 12 hari
  • Berperan dalam proses penghentian perdarahan

Tempat terjadinya hematopoesis

  • Sel pembentuk darah adalah hemositoblas yaitu sel batang myeloid yang terdapat di sumsum tulang. Sel ini akan membentuk berbagai jenis leukosit, eritrosit, megakariosit (pembentuk keping darah).
  • Eritrosit (sel darah merah) dihasilkan pertama kali di dalam kantong kuning telah saat embrio pada minggu-minggu pertama.
  • Proses pembentukan eritrosit disebut eritropoisis.
  • Setelah beberapa bulan kemudian, eritrosit terbentuk di dalam hati, limfa, dan kelenjar sumsum tulang.
  • Produksi eritrosit ini dirangsang oleh hormon eritropoietin.
  • Setelah dewasa eritrosit dibentuk di sumsum tulang membranosa.
  • Semakin bertambah usia seseorang, maka produktivitas sumsum tulang semakin turun.

Fungsi Umum Darah

  1. Transportasi

  • —  Mengambil oksigen/ zat pembakaran dari paru-paru untuk diedarkan keseluruh jaringan tubuh.
  • —  Mengangkut karbon dioksida dari jaringan untuk dikeluarkan melalui paru-paru.
  • —  Mengambil zat-zat makanan dari usus halus untuk diedarkan dan dibagikan ke seluruh jaringan/ alat tubuh.
  • —  Mengangkat / mengeluarkan zat-zat yang tidak berguna bagi tubuh untuk dikeluarkan melalui ginjal dan kulit.

2. Termoregulasi (pengatur suhu tubuh)

3. Imunologi (mengandung antibodi tubuh)

4. Homeostatis  (mengatur keseimbangan zat, pH regulator)

Fungsi sel darah merah

  •  mengikat oksigen (O2) dari paru–paru untuk diedarkan ke seluruh jaringan tubuh dan mengikat karbon dioksida (CO2) dari jaringan tubuh untuk dikeluarkan melalui paru–paru.
  • Pengikatan oksigen dan karbon dioksida ini dikerjakan oleh hemoglobin yang telah bersenyawa dengan oksigen yang disebut oksihemoglobin (Hb + oksigen 4 Hb-oksigen) jadi oksigen diangkut dari seluruh tubuh sebagai oksihemoglobin yang nantinya setelah tiba di jaringan akan dilepaskan: Hb-oksigen Hb + oksigen, dan seterusnya.
  • Hb tadi akan bersenyawa dengan karbon dioksida dan disebut karbon dioksida hemoglobin (Hb + karbon dioksida Hb-karbon dioksida) yang mana karbon dioksida tersebut akan dikeluarkan di paru-paru.

Fungsi Sel Darah Putih

  •  sebagai pertahanan tubuh yaitu membunuh dan memakan bibit penyakit / bakteri yang masuk ke dalam jaringan RES (sistem retikuloendotel),
  • sebagai pengangkut yaitu mengangkut / membawa zat lemak dari dinding usus melalui limpa terus ke pembuluh darah.

Fungsi  Sel Pembeku / trombosit

  • Fungsinya memegang peranan penting dalam pembekuan darah.
  • Jika banyaknya kurang dari normal, maka kalau ada luka darah tidak lekas membeku sehingga timbul perdarahan yang terus- menerus.
  • Trombosit > 300.000 disebut trombositosis. Trombosit < 200.000 disebut trombositopenia.

  Proses Pembekuan Darah

Trombosit yang menyentuh permukaan yang kasar akan pecah dan mengeluarkan enzim Trombokinase (Tromboplastin). Prosesnya adalah sebagai berikut:

pembekuan darah

Plasma Darah

  • Sekitar  90 plasma darah terdiri atas air.
  • Selebihnya adalah zat terlarut yang terdiri dari :
    • protein plasma (albumin, protrombin, fibrinogen, dan antibodi). Fibrinogen yang ada dalam plasma darah merupakan bahan penting untuk pembekuan darah jika terjadi luka.
    • garam mineral,
    • dan zat-zat yang diangkut darah (zat makanan, sisa metabolisme gas-gas, dan hormon).

Golongan Darah dan Tipe Darah

Sebelum lahir, molekul protein yang ditentukan secara genetic disebut antigen muncul di permukaan membran sel darah merah. Antigen ini, tipe A dan tipe B bereaksi dengan antibodi pasangannya, yang mulai terlihat sekitar 2 sampai 8 bulan setelah lahir. Karena reaksi antigen-antibodi menyebabkan aglutinasi (penggumpalan) sel darah merah, maka antigen disebut aglutinogen dan antibodi pasangannya disebut agglutinin. Seseorang mungkin saja tidak mewarisi tipe A, maupun B, atau hanya mewarisi salah satunya, atau bahkan keduanya sekaligus.

Klasifikasi golongan darah ABO ditentukan berdasarkan ada tidaknya aglutinogen (antigen tipe A dan tipe B) yang ditentukan pada permukaan eritrosit dan aglutinin (antibodi), anti-A dan anti-B yang ditemukan dalam plasma darah.

  •  Darah golongan A mengandung aglutinogen tipe A dan aglutinin anti-B
  •  Darah golongan B mengandung aglutinogen tipe B dan aglutinin anti-A
  •  Darah golongan AB mengandung aglutinogen tipe A dan tipe B, tetapi tidak mengandung agglutinin anti-A dan anti-B
  •  Darah golongan O tidak mengandung aglutinogen, tetapi mengandung aglutinin anti-A dan anti-B

Konsep donor universal dan resipien universal

  • Donor universal. Darah golongan O tidak memiliki aglutinogen untuk diaglutinasi sehingga dapat diberikan pada resipien manapun, asalkan volume transfusinya sedikit. Golongan O disebut donor universal.
  • Resipien universal. Individudengan golongan darah AB tidak memiliki aglutinin dalam plasmanya sehingga dapat menerima eritrosit donor apapun. Darah golongan AB disebut resipien universal.

Sistem Rh adalah kelompok antigen lain yang diwariskan dalam tubuh manusia. Sistem ini ditemukan dan diberi nama berdasarkan Rhesus monyet. Antigen RhD adalah antigen terpenting dalam reaksi imunitas tubuh.

  •   Jika faktor RhD ditemukan, individu yang memiliknya disebut Rh positif. Jika faktor tersebut tidak ditemukan maka individunya disebut Rh negative. Individu dengan Rh positif lebih banyak dibandingkan yang ber-Rh negative.s
  •    Sistem ini berbeda dengan golongan ABO di mana individu ber-Rh negative tidak memiliki aglutinin anti-Rh dalam plasmanya.
  •    Jika seseorang dengan Rh negative diberikan darah ber-Rh positif maka agglutinin anti-Rh akan diproduksi. Walaupun transfuse awal biasanya tidak membahayakan, pemberian darah Rh positif selanjutnya akan mengakibatkan aglutinasi sel darah merah donor.
About these ads

1 Komentar

  1. Nur Nanik mengatakan:

    bagus banget pak, terimakasih yaa… maju terus…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d bloggers like this: