Sistem Tulang

Osteologi : cabang ilmu anatomi yang mempelajari tulang.

Tulang atau skelet atau rangka adalah penopang tubuh manusia. Tanpa tulang, pasti tubuh kita tidak bisa tegak berdiri. Tulang mulai terbentuk sejak bayi dalam kandungan, berlangsung terus sampai dekade kedua dalam susunan yang teratur.

Mengapa kita bisa bergerak? Manusia bisa bergerak karena ada rangka dan otot. Rangka tersebut tidak dapat bergerak sendiri, melainkan dibantu oleh otot. Dengan adanya kerja sama antara rangka dan otot, manusia dapat melompat, berjalan, bergoyang, berlari, dan sebagainya.

Rangka tubuh manusia memiliki fungsi utama sebagai berikut :

  1. Memberi bentuk tubuh . Rangka menyediakan kerangka bagi tubuh sehingga menyokong & menjaga bentuk tubuh.
  2. Tempat melekatnya otot. Tulang-tulang yang menyusun rangka tubuh manusia menjadi tempat melekatnya otot. Tulang & otot ini bersama-sama  memungkinkan terjadinya pergerakan pada manusia.
  3. Pergerakan (gerak pasif). Pergerakan pada hewan bertulang belakang (vertebrae) bergantung kepada otot rangka, yang melekat pada rangka tulang.
  4. Sistem kekebalan tubuh. Sumsum tulang menghasilkan beberapa sel-sel imunitas. Contohnya adalah limfosit B yang membentuk antibodi.
  5. Perlindungan. Rangka tubuh melindungi beberapa organ vital, misal : Tulang tengkorak melindungi otak, mata, telinga bagian tengah dan dalam.Tulang belakang melindungi syaraf sumsum tulang belakang.
  6. Produksi sel darah. Sumsum tulang merupakan tempat haematopoiesis yaitu pembentukan sel darah.
  7. Penyimpanan. Matriks tulang dapat menyimpan kalsium dan terlibat dalam metabolisme kalsium.

Rangka manusia dapat dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu bagian poros tubuh (aksial) dan bagian alat gerak (apendikular). Bagian aksial terdiri atas 80 tulang, sedangkan bagian apendikular terdiri atas 126 tulang pada manusia dewasa umumnya.

Bagian aksial terdiri dari:

1. Tulang tengkorak terdiri :

a. Tulang tempurung kepala (os cranium)

  1. Tulang dahi (os frontale)                             
  2. Tulang kepala belakang (os occipitale)
  3. Tulang ubun-ubun (os parietale)
  4. Tulang tapis (os ethmoidale)
  5. Tulang baji (os sphenoidale)
  6. Tulang pelipis (os temporale)

 

b. Tulang muka (os splanchocranium)   

  1. Tulang hidung (os nasale)
  2. Tulang langit-langit (os pallatum)
  3. Tulang air mata (os lacrimale)
  4. Tulang rahang atas (os maxilla)
  5. Tulang rahang bawah (os mandibula)
  6. Tulang pipi (os zygomaticum)
  7. Tulang lidah (os hyoideum)
  8. Tulang pisau luku (os vomer)

 

 

2. Tulang dada (os sternum)

Tulang dada terdiri dari tiga bagian yaitu:

  1. hulu (os manubrium sterni)
  2. badan (os corpus sterni)
  3. taju pedang (os xiphoid prosesus)

3. Tulang rusuk (os costae)

  • Tulang rusuk sejati (os costae vera)
  • Tulang rusuk palsu (os costae sporia)
  • Tulang rusuk melayang (os costae fluctuantes)

4. Tulang belakang (os vertebrae)

Sebuah tulang punggung terdiri atas dua bagian yakni bagian anterior yang terdiri dari badan tulang atau corpus vertebrae, dan bagian posterior yang terdiri dari arcus vertebrae. Arcus vertebrae dibentuk oleh dua “kaki” atau pediculus dan dua lamina, serta didukung oleh penonjolan atau procesus yakni procesus articularis, procesus transversus, dan procesus spinosus. Procesus tersebut membentuk lubang yang disebut foramen vertebrale. Ketika tulang punggung disusun, foramen ini akan membentuk saluran sebagai tempat syaraf sumsum tulang belakang atau medulla spinalis. Di antara susunan dua tulang punggung dapat ditemui celah yang disebut foramen intervertebrale.

Tulang leher (os cervical)     C 1-7

Tulang punggung (os thorakalis) Th 1-12

Tulang pinggang (os lumbal)      L  1-5

Tulang kelangkang (os sacrum)     S  1-5

Tulang ekor (os cocigeus) Co 1-5

 

Bagian apendikuler terdiri dari:

  1. Tulang gelang bahu
  • Tulang belikat (os scapula)
  • Tulang selangka (os clavicula)

  1. Tulang gelang panggul / pelvis
  • Tersusun dari 2 Tulang coxae (kanan dan kiri), sakrum dan coccygeus.
  • Tulang coxae tersusun dari Tulang usus (os illium), Tulang duduk (os ichium), Tulang kemaluan (os pubis)

 

  1. Tulang lengan
  • Tulang lengan atas (os humerus)  
  • Tulang hasta (os ulna)
  • Tulang pengumpil (os radius)
  • Tulang pergelangan tangan (os carpal)
  • Tulang telapak tangan (os metacarpal)
  • Tulang jari tangan (os phalanges manus)

 

  1. Tulang tungkai
  • Tulang paha (os femur
  • Tulang tempurung lutut (os patella)
  • Tulang kering (os tibia)
  • Tulang betis (os fibula)
  • Tulang pergelangan kaki (os tarsal)
  • Tulang telapak kaki (os metatarsal)
  • Tulang jari kaki (os phalanges pedis)

 

Jenis tulang

Dari segi bentuk, tulang dapat dibagi menjadi: tulang pipa / panjang (seperti tulang hasta dan tibia), tulang pipih (seperti tulang rusuk, tulang dada), dan tulang pendek (tulang-tulang pergelangan tangan) 

Jaringan tulang

 

Iklan

7 thoughts on “Sistem Tulang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s