Beranda » Patologi » Penyakit pada Sistem Persepsi Sensori

Penyakit pada Sistem Persepsi Sensori

glaukomaGangguan atau kelainan dan penyakit yang terdapat pada sistem persepsi sensori, pada dasarnya dapat terjadi sebagaimana pada sistem organ yang lain. Secara umum, ada yang membagi jenis kelainan umum itu menjadi 5 macam. Di antaranya :

  • 1. Kelainan karena faktor genetik / keturunan
  • 2. Kelainan karena trauma / cedera
  • 3. Kelainan karena proses infeksi atau peradangan
  • 4. Kelainan karena gangguan metabolisme dan degenerasi
  • 5. Kelainan neoplasma / tumor

Berikut beberapa contoh penyakit pada sistem persepsi sensori / indera penglihatan :

  • Hipermetropi, rabun dekat, karena lensa mata terlalu pipih sehingga bayangan jatuh di belakang bintik kuning. Mata hanya mampu melihat jelas pada jarak jauh. Di bantu dengan lensa cembung (+)
  • Miopi,  rabun jauh, karena lensa mata terlalu cembung sehingga bayangan jatuh di depan bintik kuning. Mata hanya mampu melihat jelas pada jarak dekat. Dibantu dengan lensa cekung (-)
  • Presbiopi,  mata tua, karena daya akomodasi terlalu lemah
  • Astigmatisma, lengkungan permukaan kornea tidak rata sehingga kabur dalam penglihatan
  • Rabun senja, disebabkan oleh kekurangan vitamin A
  • Glaukoma, peningkatan tekanan bola mata yang dapat mengakibatkan kebutaan
  • Katarak , kekeruhan lensa mata dapat terjadi akibat proses pengapuran atau gangguan metabolisme
  • Buta warna,  gangguan penglihatan mata yang bersifat menurun. Penderita buta warna tidak mampu membedakan warna-warna tertentu, misalnya warna merah, hijau, atau biru. Buta warna tidak dapat diperbaiki atau disembuhkan.
  • Mata juling (Strabismus), keadaan kedudukan kedua bola mata di mana sumbu penglihatannya tidak sejajar. Bila satu mata melihat kearah benda yang menjadi pusat perhatiannya maka mata satunya menyimpang kearah lain. Arah penyimpangan tersebut ada yang kearah hidung (esotropia), kearah pelipis (exotropia), kearah atas atau kearah bawah  (hypertropia), bahkan ada yang berputar.

Beberapa contoh penyakit pada sistem persepsi sensori / indera pendengaran

Ada 2 macam jenis gangguan pendengaran :

  1. Tuli konduktif, tuli karena gangguan transmisi / hantaran suara ke dalam koklea. Penyebabnya antara lain kerusakan tulang pendengaran, kotoran yang menumpuk di dalam saluran telinga luar atau peradangan telinga tengah.
  2. Tuli saraf / tuli neuron sensorik. Jika ada kerusakan pada organon korti, saraf VIII, ataupun korteks otak daerah pendengaran

Beberapa contoh penyakit pada sistem persepsi sensori / indera penciuman :

  • Anosmia, indera pembau kita kehilangan sensitivitas terhadap rasa bau, sehingga kita tidak bisa mencium bau dari sesuatu benda atau zat tertentu. Anosmia dapat disebabkan oleh :
    • Penyumbatan rongga hidung akibat influenza
    • Terdapat polip atau tumor di rongga hidung.
    • Sel rambut rusak akibat infeksi kronis.
    • Gangguan pada saraf olfaktori
  • Rinitis alergi adalah kelainan pada hidung dengan gejala-gejala bersin-bersin, keluarnya cairan dari hidung, rasa gatal dan tersumbat setelah mukosa hidung terpapar dengan allergen (zat yang menyebabkan alergi pada orang-orang tertentu).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Renungan

Sukses Kuliah

%d blogger menyukai ini: